Forum Vinnaruto

Fan Fiction

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Mon Apr 26, 2010 7:50 am

NOBITA DAN DORAEMON
Tersesat Di Dunia Ninja
Karakter utama : Nobita dan Doraemon
Karakter 2 : Naruto cs
Karakter tambahana : Shizuka, Suneo dan Giant
Theme : Adventure Comedy
Original Story by : Uchiha Sato


“Jadi ini dia?” Tanya Giant dan Nobita bersamaan
“Yup, ini dia kawan-kawan.”Jawab Suneo sambil memamerkan Shuriken peninggalan sejarah pada zaman kekaisaran Edo.
“Ah kalau beginian si gak spesial.” Kata Nobita.
“Ah, kamu iri kan.” Kata Suneo kepada Nobita.
“Tidak kok, yang beginian di pasar juga ada.” Kata Nobita.
“Asal kamu tahu ya, shuriken ini adalah peninggalan seorang ninja terkenal pada zaman kekaisaran Edo. Jadi gak mungkin ada lagi yang sama seperti ini. Pamanku membeli shuriken ini dari seorang penjaga kuil. Asal kamu tahu, shuriken ini adalah benda yang yang sangat dikeramatkan oleh para penjaga di kuil itu.” Kata Suneo dengan sombongnya.
“Lalu Kalau keramat mengapa bisa ada di tanganmu?” Tanya Shizuka.
“Itu karena biaya perawatan shurikken ini begitu mahal, mereka terpaksa menjualnya dan kebetulan pamanku yang membelinya.”
“Apa susahnya si merawat benda seperti ini, kau pasti bohong!” Sela Nobita.
“Makanya lihat yang seksama donk, di setiap sisi shurikken ini dilapisi emas, bahkan sarung tempat shurikken ini juga berbahan emas. Makanya perlu perawatan ekstra.” Jawab Suneo.
“Tapi kan........”
“Ah sudahlah bilang saja kau iri kan?” Kata Giant yang memotong kata-kata Nobita.
“Aku...Ti...Tidak....”
“Trus apa lagi Suneo?” Tanya Shizuka
“Ini dia.” Kata Suneo sambil menunjukkan sepeda barunya.
“Sepeda?, kalau itu juga aku punya.” Kata Nobita
“Ini Bukan Sekedar Sepeda, Sepeda ini adalah peninggalan sejarah juga. Sepeda ini pernah dipakai oleh seorang wanita yang dulu kerjaannya membasmi siluman. Jadi siluman apapun akan takut bila kita menaiki sepeda ini.” Kata Suneo.
“Ah, bohong!” Sanggah Nobita
“Kalau kau tidak percaya ya sudah.”
“Heh Nobita kalau iri ya diam saja.” Kata Giant
“Aku gak iri kok, aku bisa mendapatkan yang lebih baik dari itu.” Kata Nobita.
“Oh Yeee....?, paling-paling kamu akan minta bantuan doraemon,Hhahhaha!” Kata Suneo dengan tertawa terbahak-bahak.
“Hahahah, iya doraemon. Robot Rubah itu.” Kata Giant dengan juga tertawa lebar.
“Ah pokoknya kalian lihat sendiri nanti!” Kata Nobita dengan ketus.
Nobita lalu meninggalkan mereka dan berjalan menuju rumahnya.
..........................................
Chapter 1 : The Journey Is About To Begin

Sepanjang jalan Nobita terus menggerutu gak jelas.
Beberapa menit kemudian ia akhirnya sampai di rumahnya. Ia menoleh ke atas, menoleh ke kamarnya di lantai 2.
“Jendela kamar terbuka, pasti doraemon lagi pergi, Huffh.”
Nobita kemudian membuka pintu....
“Aku Pulang!” teriak Nobita.
Jregg..... Tap.. Tap..... Setelah mengelus sepatu yang ia gunakan tadi ia berlari menuju kamarnya. Namun langkahnya terhenti tepat di depan pintu ruang keluarga.
“Terima kasih bu.” Kata seseorang dengan suara serak-serak khasnya.
“Iya, tadi ibu mampir ke toko kue. Sekalian aja ibu beli doreyaki.”
“Ah.... Doraemon!” kata Nobita dari balik pintu dengan wajah yang kegirangan.
Sreegg............ Nobita dengan tergesa-gesa langsung membuka pintu geser itu.
“Nobita?” Tanya Ibu
“Perasaanku gak enak nih” kata Doraemon dalam hati.
Jeg... Jeg..... Nobita berlari menghampiri Doraemon dan langsung menarik tangannya.
“Ayo Doraemon....” kata Nobita
“Gak mau, aku mau makan.” Balas doraemon.
“Tolonglah......”
“Gak mau!”
Ibu yang melihat adegan tarik-tarikkan tangan antara doraemon dengan nobita pun kebingungan.
“Kenapa Nobita, kalau Cuma mau main-main jangan ajak doraemon dia mau makan!” kata ibu kepada Nobita.
“Ng....nggak bu, aku Cuma mau minta tolong Doraemon untuk membantuku buat PR, Prnya susah.” Kata Nobita sambil tersenyum manis kepada Ibu dan memasang wajah memelas.
“Ya sudah, Doraemon kau bantu Nobita dulu ya, makannya nanti saja pas makan malam.” Kata Ibu kepada Doraemon.
“E....e.....eh...Tapi.....” Kata Doraemon
“Udahlah ayo!” kata Nobita dengan tatapan licik penuh kemenangan pada Doraemon..
“Baiklah...” kata Doraemon dengan nada lemas sambil tertunduk.
...............
Di kamar Nobita

Nobita kemudian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Sudah?” Tanya doraemon.
“Iya, bagaimana nih doraemon?”
“Ini tidak ada urusannya denganku, aku mau makan kue doreyaki sekarang.” Kata Doraemon sambil berlalu meninggalkan Nobita.
“Doraemon....” Teriak Nobita.
“Ah sudah, itukan salahmu sendiri janji yang nggak-nggak.” Kata Doraemon.
“Tapi....Tapi...... “
“Tapi apa!” kata doraemon dengan ketus.
“Tapi Giant dan Suneo bilang kalau kamu itu robot rubah.” Kata Nobita
“APA!!!!?????” Teriak doraemon dengan wajah memerah panas lengkap dengan telinganya yang mengeluarkan asap bak kereta api uap.
“Iya.” Kata Nobita sambil mengangguk polos.
“Kalau begitu ayo kita berburu barang prasejarah.” Kata doraemon seraya membuka laci yang ada di meja belajar Nobita.
“Hore, ayo. Memang kita mau kemana?”
“Kita akan ke Zaman dinosaurus, kita akan mengambil gading Mamoth dan mencuri telur T-rex.” Kata Doraemon dengan gagah.
“Ye, Yuhu... ayo kita berangkat dengan mesin waktu.”
Sreett...............................
Mereka berduapun masuk ke dalam laci dan menaiki mesin waktu.
Tak berapa lama tiba-tiba...........
Gluduk...Gluduk........Bressh,,Duar....... Kilat menyambar mesin waktu Doraemon. Kapal yang mereka naiki terbakar dan berputar-putar, mereka Berteriak dan....Brukkkkkk......duar mesin waktu terbelah dua.................
..............................

Apa yang terjadi setelahnya????......
Next chapter : Nobita di Konohagakure
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Mon Apr 26, 2010 7:52 am

Chapter 2 : Nobita Di Konohagakure
“Ugh.... di mana aku.” Kata Nobita sambil memegang kepalanya.
Nobita mengusap-usap matanya. Sejenak kemudian ia teringat akan Doraemon.
“Doraemon, di mana kau?” teriak Nobita.
Tiba-tiba............
Sreett............Tap......................
5 orang telah berdiri di hadapan Nobita yang merebahkan dirinya di bawah batang pohon.
“Siapa kalian, mengapa wajah kalian jelek sekali?” Tanya Nobita kepada ke-5 orang itu.
“Wajah kami gak jelek ini topeng Tahu!!!” Bentak salah satu dari ke-5 orang tersebut.
“Lancang, beraninya kau masuk ke wilayah Konohagakure.”
“Ia pasti penyusup.”
“Bajunya aneh, kita harus hati-hati.”
“Heh kau, dari mana kau?”
“Aku dari Tokyo, Jepang.” Jawab Nobita dengan terbata-bata.
Ke lima orang itu saling berpandang-pandangan keheranan.
“Ah sudah, ayo kita bawa penyusup ini ke hadapan Hokage.”
Mereka lalu membawa paksa Nobita.
“Doraemon ke mana kau?” kata Nobita dalam hati.
.......................................

Tok...Tok.........Tok.........
“Silahkan masuk.”
Srett......... Kelima orang itu masuk sambil membawa Nobita.
“Oh kalian, pasukan ANBU ada apa?” Tanya Tsunade
“Maaf Hokage mengganggu anda, tapi ini ada penyusup?”
“Huh.......?” tanya Hokage Tsunade keheranan sambil menatap Nobita.
“lepaskan aku, mana temanku Doraemon!” teriak Nobita sambil meronta-ronta.
“Oh, kau dari mana Huh??” tanya Tsunade.”
“Aku dari Jepang!”
“Negara mana Tuh?” tanya Tsunade sambil mengenyitkan alisnya.
“Jepang, ya jepang.”
“Tinggalkan aku dengannya, aku mau berbicara dengannya hanya berdua.” Perintah Tsunade kepada orang-orang di sekelilignya.
Semua orang di sana meninggalkan Tsunade dengan Nobita di ruangan Hokage itu.
.................................
“Jadi siapa kau, dan dari mana asalmu?” Tanya Tsunade Kepada Nobita
“Aku Nobita, aku dari Jepang.”
“Huh...Bocah jangan berbohong terus.”
“Aku nggak bohong kok!”
“Ya sudah, kalau begitu ceritakan kenapa kau bisa sampai di sini.” Kata Tsunade
“Baik akan aku ceritakan.” Jawab Nobita

Nobita pun menceritakan tentang semuanya, mengapa ia bisa sampai di tempat ini.

“Jadi begitu ya.” Kata Tsunade
“Iya, kau pasti tidak percaya kan? Tapi itu benar.”
“Iya, aku percaya kok. Tadi kau bilang kau bersaman seorang teman kan?”
“iya, namanya Doraemon. Dia berbentuk robot kucing, dia punya kantong ajaib yang berisi benda-benda ajaib.”
“Heh, itu pasti bijju ya?, dia punya ekor kan? Berapa jumlahnya?” Tanya Tsunade dengan nada yang serius.
“Tidak kok, dia itu datang dari masa depan.”
“Hem...... kau tunggu di sini ya, aku akan memanggil seorang teman yang akan menjagamu di Konohagakure. Menurutku kau informan yang penting.” Kata Tsunade.
“Shisune!!!” Tsunade berteriak memanggil Shisune yang menunggu di balik belakang pintu.
“Iya Nona.” Teriak Shisune dari balik pintu.
Shisune pun masuk ke dalam ruangan Tsunade itu.
“Shisune panggil Naruto ke sini sekarang juga!” Perintah Tsunade.
“Baik.”
...................
Tampaknya Naruto akan menjaga Nobita, tapi dari apa?..... Atau ada maksud lain?....... Lalu bagaimana dengan Doraemon?.....



Next Chapter : Di Sisi Yang Berseberangan
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Mon Apr 26, 2010 7:53 am

Chapter 3 : Di Sisi Yang Berseberangan
“Heh ayo bangun!”
“Cepat bangun!”
“Aduh di mana aku?, apa yang terjadi?” Kata Doraemon dengan nada lemas.
...........................
“Hah, kita potong saja kaki dan tangannya supaya dia gak bisa kabur.”
“Dari penampilannya dia itu unik, aneh seperti bijju.”
“Tidak salah lagi, dia pasti bijju.”
“Tapi dia kan tidak punya ekor?”
“Lalu, siapa dia?”
“Heh mahluk aneh siapa kau?”
“Hah, enak saja kau yang aneh!” Bentak Doraemon sambil masih terus memegangi kepalanya yang terasa pusing.
“Eh mahluk ini galak juga.”
“Aku tanya sekali lagi, siapa kau?”
“A.....aku Doraemon.” Kata Doraemon.
“Heh, nama macam apa itu.”
“Kau dari klan mana?”
“Ah, gantian donk yang nanya. Siapa kalian?” Tanya Doraemon
“Kau tidak mengenal kami?”
“Kau tidak mengenal kami siapa?”
“Kami..........”
“Iya, kalian siapa?” Tanya Doraemon
“Akatsuki.” Kata ke 6 orang yang kini berdiri di hadapan Doraemon dengan bersamaan.
............................
Apa....!.
Doraemon bertemu dengan Akatsuki.....
Next Chapter : Akatsuki Tidak Bersahabat
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Mon Apr 26, 2010 7:55 am

Chapter 4 : Akatsuki Tidak Bersahabat
“Mengapa kau bisa sampai di sini?” Tanya Itachi dengan nada yang datar dan tatapan matanya yang tajam dan dingin.
“A...a..... aku di mana aku ini?” Tanya Doraemon.
Semua akatsuki yang berdiri di hadapannya terdiam, mereka malah memandang Doraemon dengan tatapan tajam.
“Ini, jangan-jangan aku ada di dunia ninja?” Pikir Doraemon.
..........................................
“Heh kalian jangan macam-macam ya denganku!” Bentak Doraemon
Dukkk.............
Itachi memukul tengkuk Doraemon yang mengakibatkannya menjadi pingsan.
.........Apa yang akan terjadi selanjutnya pada Doraemon..............

Di Tempat terpisah di Konoha
Di Ruagan Hokage
“Apa? Aku yang akan menjaga anak aneh ini?” Teriak Naruto
“Iya.” Jawab Tsunade
“Tapi menjaganya dari apa?”Tanya Naruto lagi
“Kalau aku lihat dia itu bukanlah anak yang jahat, kau aku tugaskan untuk menjaganya di Konoha. Bukan untuk apa-apa, tapi bantu dia apapun yang ingin dia lakukan asalkan itu positif.”
“Huh baik.” Jawab Naruto dengan nada yang sedikit keberatan.
“Oya, untuk tugas kali ini aku tidak akan memberikan tugas yang khusus, kau hanya perlu menjaganya. Yah anggap saja kau sebagai bodyguard pribadinya.”
“Iya, iya. Tapi sampai kapan?”
“Sampai Doraemonnya ketemu.”
“Heh?. Huahahhahahha!” Naruto tertawa terbahak-bahak
“Jangan tertawa, ini serius!” Bentak Tsundade pada Naruto.
“Namanya Nobita.” Kata Shizune sambil menoleh ke arah Nobita yang berdiri polos di sampingnya.
“Perkenalkan, namaku Uzumaki Naruto.” Kata Naruto yang menatap Nobita.
...............................

Beberapa menit kemudian di taman Konoha
“Kalian tahu mengapa aku mengumpulkan kalian semua di sini?” Tanya Naruto.
“Tidak.” Jawab Lee
“Nggak tuh.” Kata Ino dan Sakura bersamaan.
“Ada apa?” Tanya Kiba
“Guk....” Gonggong Akamaru
“Begini, kalian pasti tahu anak ini kan.” Kata Naruto seraya menunjukkan jarinya kepada Nobita yang berdiri polos di sampingnya.
“Hem, tahu. Kalau tidak salah namanya Nobita kan.” Jawab Lee
“Iya, anak aneh dari jepang.” Tambah Kiba dengan tatapan sinis.
“Guk.....”
“Hem,, walau aneh tapi dia baik kok. Aku ingin minta tolong sama kalian.” Kata Naruto kepada teman-temannya itu.
Ndus...ndus..... Akamaru mengendus kaki dan badan Nobita. Lalu kemudian Akamaru menggonggong.
“Kiba apa artinya?” Tanya Sakura
“Tampaknya dia memang orang baik dan Akamaru menyukainya.” Jawab Kiba.
“Lalu kau mau minta tolong apa Naruto?” Tanya Ino.
“Aku ingin kita semua membantunya untuk menemukan temannya.” Jawab Naruto.
“Iya tolong aku ya.Tolong.” Kata Nobita dengan wajah memelas.
“Memang apa untungnya bagi kita.” Kata Kiba dengan ketus.
“Guk.....”
“Kalau kita berhasil bertemu dengan Doraemon aku akan buktikan kalau aku tidak bohong.” Sahut Nobita.
“Lalu memangnya kenapa.” Tanya Kiba lagi.
“A.....aku... aku akan mengajak kalian ke jepang. Kalian pasti penasaran kan dengan yang namanya jepang.” Kata Nobita dengan wajah yang meyakinkan.
Kiba dan yang lainnya saling bertatapan. Kemudian Kiba tersenyum pada Nobita dan memegangi kepalan Nobita.
“Kau tidak bohong kan?” Tanya Kiba
“Tidak kok, aku serius. Dua rius malah.” Jawab Nobita
“Tapi di jepang aman kan?” Tanya Sakura.
“Iya, di sana aman. Di sana sangat berbeda. Apa kalian pernah melihat mobil, sepeda motor atau apa kalian pernah main baseball?” Tanya Nobita dengan nada yang meyakinkan.
“Apa itu?” Tanya Naruto
“Yah pokoknya semua itu adalah sesuatu yang baru untuk kalian. Gak rugi deh kalian main-main ke Jepang.”
“He, baiklah kalau begitu ayo kita mulai mencari temanmu itu.” Kata Kiba dengan bersemangat.
“Yoosaaa...Mari!” Kata Lee dengan tidak kalah semangatnya dengan Kiba.
“Hem, sebaiknya jangan sekarang. Nobita kan masih lelah besok saja kita mulai mencari ya.” Kata Naruto.
“Baik!” Jawab Kiba, Sakura, Lee dan Ino bersamaan.
“Guk...!”
“Tapi ngomong-ngomong siapa nama temanmu itu Nobita.”
“Namanya Doraemon.” Jawab Nobita
Seketika itu kecuali naruto mengenyitkan alisnya. Naruto yang melihat hal itu langsung tertawa kecil.

Next Chapter : Senter dan Pintu Ajaib, Pengejaran Tengah Malam
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Mon Apr 26, 2010 7:56 am

Chapter 5 : Senter dan Pintu Ajaib, Pengejaran Tengah Malam
Malam telah datang. Bulan bersinar penuh. Sinarnya menyilaukan mata. Malam yang cerah, Ribuan bintang juga ikut bersinar meramaikan langit malam yang saat itu berembun. Ribuan butir embun membentuk kabut tebal yang dingin. Kabut tebal itu jatuh ke bumi, jatuh menyelimuti hutan belantara yang lebat. Hutan di dekat markas Akatsuki.
......................
Tap..... Tap..........
“Kemana dia pergi?” Tanya Kisame
“Aku tidak tahu, dia cepat sekali menghilang. Kemana perginya.” Jawab Hidan
“Aku juga tidak mengerti.” Kata Kakuzu.
“Haruskah kita laporkan hal ini kepada ketua?” Tanya Deidara.
...............
“Jangan, aku yang akan menemukannya.” Kata seseorang dengan nada datar yang dari tadi duduk di atas batu besar dan sedang menatap langit. Ia kini berdiri tepat di atas batu itu. Memandangi kawan-kawan Akatsukinya yang sedang kebingungan mencari sesuatu. Bayangan sinar bulan semakin meninggi sehingga wajah orang itu terlihat. Dialah...........Uchiha Itachi.................
“Itachi?” Kata Kisame dengan nada yang datar setengah tersenyum.
“Jangan khawatir, aku akan pergi untuk mencarinya.” Kata Itachi yang kini turun dari atas batu dan langsung berjalan ke suatu tempat di tengah hutan belantara yang lebat.
...................
30 Menit yang lalu Doraemon yang tengah disekap di suatu ruangan di markas akatsuki telah melarikan diri. Ia mengeluarkan senter ajaib yang dikeluarkan melaui kantong ajaibnya dan digunakan untuk mengecilkan ukuran tubuhnya. Dengan ukuran tubuhnya yang kecil ia dapat dengan mudah keluar dari ruangan itu melalui ventilasi udara. Doraemon kemudian berlari menjauh dari markas akatsuki dengan mudah. Dan kini ia bersembunyi di suatu tempat di tengah hutan.
“Hah, hah, ha.... aku bersembunyi di sini saja.” Kata Doraemon dengan nafas ngos-ngosan.
Sreekkk.............Tap.................................
Brukkk.........
Doraemon membaringkan tubuhnya tepat di tengah semak belukar. Ia berpikir untuk tetap berukuran kecil. Karena dengan begitu dia akan lebih mudah kabur dari sergapan Akatsuki. Dia juga berpikir tidak untuk menggunakan baling-baling bambu, karena pasti mencolok disamping itu di ada deidara yang siap sedia berjaga di udara.
Dalam keterbaringannya Doraemon berpikir, bagaiamana caranya untuk keluar dari hutan ini. Hutan ini mengerikan. Sejenak kemudian ia teringat akan “Pintu Ajaib” pintu yang bisa membawanya ke mana saja. Namun itu tidak mungkin, pintu kemana saja di jaman ini pasti akan membawanya ke suatu tempat di zaman ninja ini, tidak tahu apakah tempat itu lebih baik atau lebih buruk dari tempat sekarang, yang penting di pintu ajaib yang akan membawanya se suatu tempat namun masih di zaman ninja.
“Ah masa bodoh yang penting aku bisa jauh dari tempat ini. Jauh dari orang-orang jahat itu.” Kata Doraemon.
Ia kemudian merogoh kantong ajaibnya untuk mengambil pintu ajaib. Namun....
“Kau tidak bisa menipu mataku.” Kata seseorang dari atas dahan pohon.
“Siapa?” Tanya Doraemon sambil menoleh ke arah suara itu.
Orang itu hanya menatap Doraemon dengan matanya yang merah. Doraemon kaget bukan kepalang, bagaimana mungkin ia bisa ditemukan, padahal sudah mengecilkan tubuhnya dengan senter ajaib.
Sreettt... Tap...........
Orang itu kemudian turun dari atas dahan pohon yang dipijaknya dan kini tepat berdiri di hadapan Doraemon yang tengah berbaring di antara semak belukar.
“Kau.......Kau orang dengan mata aneh itu, siapa kau?” Tanya Doraemon.
“Aku Uchiha Itachi.” Jawabnya dengan nada datar.
“Gawat nih.” Pikir Doraemon. Dan dengan cepat ia merogoh kantong ajaibnya untuk mengambil senter ajaib. Ia bermaksud mengecilkan Itachi dan kemudian memperbesar tubuhnya.
“Dapat!” Teriak Doraemon seraya mengarahkan senter ajaib kepada Itachi.
Itachi hanya diam dan terus menatap tingkah Doraemon yang sibuk sendiri itu dengan tatapan kosong. Doraemon tersenyum, ia merasa menang sekarang.
“Rasakah ini!” Teriak Doraemon sambil menyalakan senter pengecil tubuh.
Sriiingggg..............................
Cyuttt...........................
Tubuh Itachi menciut setelah terkena sinar senter itu. Doraemon dengan cepat lalu menyenterkan tubuhnya dengan senter ajaib agar tubuhnya kembali besar.
Sriiiiinnnnng............
Cyutttt...................
Tubuh Doraemon membesar sesuai ukuran aslinya. Dan kini Itachi yang berukuran kecil dan Doraemon yang berukuran besar. Doraemon tersenyum bahagia. Namun tak berapa lama senyuman Doraemon terhenti. Ia berpikir mengapa Itachi masih setenang itu padahal keadaan sekarang berbalik. Ia sama sekali tidak bergerak, bahkan sama sekali tidak mengedipkan matanya.
“Jadi begitu caramu lolos?” Kata Itachi dengan nada datar.
“Iya, dan sekarang aku akan pergi lagi.” Jawab Doraemon.
Doraemon membalikkan badannya dan bersiap untuk lari, namun tiba-tiba Itachi mengatakan sesuatu.
“Ukuran tidak ada artinya bagiku.” Kata Itachi.
Doraemon lalu menoleh ke arah Itachi kecil, Itachi kemudian berubah menjadi puluhan gagak hitam dan menyerang Doraemon. Doraemon terjatuh dengan posisi tertelungkup. Puluhan gagak itu kemudian menghilang entah ke mana, namun salah satu dari gagak-gagak itu bertengger di sebuah dahan pohon.
“Aduh sakit.” Kata Doraemon dengan nada lemas.
Sriuuttt........ Gagak itu kemudian berubah menjadi Itachi.
“Gawat, jadi senter ajaib tidak berfungsi.” Kata Doraemon dalam hati.
“Kalau begitu, begini saja!” Teriak Doraemon sambil mengarahkan senter ajaibnya ke tubuhnya.
Sringgggg...............
Syunnnnttttttt....................
Kini Tubuh Doraemon membesar, sebesar gunung. Dan dengan tangannya yang besar ia menghempaskan pohon tempat Itachi berdiri.
Sriuuttt....Bruaakkk................
Kemanapun Itachi berdiri, Doraemon menghempaskan tempat itu.
“Sudah kubilangkan, ukuran tidak ada gunanya bagiku.” Kata Itachi dengan nada datar.
Sriuttt..........Swuingggg...................
Tiba-Tiba pandangan doraemon menjadi gelap. Ia terjatuh di atas tanah sehingga mengakibatkan suara yang keras...Brugggghhh...........................
Seketika itu kemudian Doraemon kembali ke tubuh aslinya.
“Ugh... aku kenapa?” Tanya Doraemon dengan nada lemas.
Sejenak kemudian Doraemon pingsan.
...............................................................

Next Chapter : Pencarian Dimulai
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Mon Apr 26, 2010 7:57 am

Chapter 6 : Pencarian Dimulai

DI Konoha

“Hem.... tapi darimana kita mulai mencari?” Tanya Naruto.
“Eh Nobita kamu punya sesuatu yang merupakan milik Doraemon. Rambut kek atau apalah?”Tanya Kiba.
“Tidak.” Jawab Nobita.
“Lalu bagaimana kita bisa mencium baunya ya?” Tanya Ino.
“Hem.... ohiya, aku ingat aku sempat berpelukan dengan Doraemon pada saat mesin waktu terbelah. Mungkin kau bisa menemukan bau Doraemon di bajuku ini.” Kata Nobita dengan penuh harapan.
“Hem... Akamaru.......”Kata Kiba kepada Akamaru.
“Guk....”
Akamaru kemudian menghampiri Nobita dan mulai mengendus-endus bajunya.
“Guk....”
“Kiba apa katanya?” Tanya Lee.
“Yupp, baunya sudah ketemu. Sekarang tinggal mengikuti ke mana arah bau itu.” Kata Kiba dengan pasti.
“Baiklah, ayo kita mulai.” Teriak Naruto.
Merekapun bersiap untuk meninggalkan Konoha untuk mencari Doraemon.
.....
“Kau terlalu gegabah Naruto, tugasmu kan hanya menjaga Nobita di Konoha.” Kata seseorang dari arah belakang.
Naruto kaget dan langsung menoleh ke belakang. Dan ternyata yang berkata seperti itu adalah Kakashi-Shensei.
“Shensei?” Tanya Naruto.
“Huh, sudah kuduga jadinya pasti seperti ini makanya aku menawarkan diri kepada Hokage untuk menemanimu.” Kata Kakashi sambil menutup matanya dan memasang muka malas.
“Jadi Shensei ikut bersama kami?” Tanya Sakura dengan nada riang
“Yupp, begitulah.” Jawab Kakashi....
“.................Horeee.............................” Teriak Naruto, Sakura, Lee, Kiba, Ino dan Nobita bersamaan.
Mereka semuapun berjalan beriringan meninggalkan Konoha demi mencari Doraemon.
...............................................
................................................

“Uh.... uh,,,,,, di mana aku?”Kata Doraemon dengan nada yang lemas.
Doraemon kemudian bersandar di salah satu sudut di sebuah ruangan pengap yang berdebu dan gelap. Doraemon yang setengah sadar menerawang setiap sudut ruangan itu dan akhrinya ia sadar bahwa ia kini berada di ruangan yang sama tempat pertama kali akatsuki menyekapnya.
“Tempat ini....... mereka tak pernah belajar.” Kata Doraemon.
Doraemon kemudian berpikir untuk sekali lagi menyelamatkan diri dari tempat itu. Ia merogoh kantong ajaibnya untuk menemukan senter ajaib, tapi tidak ketemu.
“Kau mencari ini ya?” Kata Kisame sambil memegang senter ajaib milik Doraemon dari balik jerujui besi.
Doraemon kaget, sepertinya akatsuki telah mengambil senter ajaibnya.
“Kau tidak akan bisa lari lagi Doraemon.” Kata Kisame sambil tertawa kecil.
“Heh itachi mengapa tidak kau biarkan saja aku memotong kedua kaki dan lengan mahluk ini, dengan begitu ia tidak akan bisa kabur lagi kan.” Tambah Kisame sambil menoleh kearah Itachi yang saat itu sedang berdiri di samping Kisame.
“Tidak........”Kata Itachi
“Mengapa hah?” Tanya Kisame Lagi.
“Bukankah sudah kubilang padamu. Sekarang saja mahluk ini sudah jelek, apalagi tanpa lengan dan kaki tambah jelek aja dia.” Serobot Deidara.
“Apa sih tujuan kalian? Bebaskan aku!!” Teriak Doraemon dari dalam sel.
“Kisame kau jaga mahluk ini ya.” Kata Itachi sambil menoleh ke arah Kisame.
“Baik, serahkan dia padaku.” Kata Kisame
Itachi kemudian pergi entah ke mana dan meninggalkan Kisame dan Deidara yang kini menjaga Doraemon.
......................................

Tap........
“Kita akan mulai mencari Doraemon di hutan ini”. Kata Kiba
“Ok, terserahmu Kiba.” Jawab Lee.
“Mari kita bagi menjadi 2 tim, aku, Naruto dan Sakura akan menjadi satu tim. Kiba, Akamaru, Ino dan Lee menjadi tim juga.” Kata Kakashi
“Tapi guru, kita tidak bisa melacak Doraemon tanpa ada jejak bau.” Kata Naruto .
“Tenang.” Jawab Kakashi .
Kuchiyose No Jutsu
Blamm....................Blush, muncullah Pakkun
“Hei Kakashi mengapa kau memanggilku.” Kata Pakkun dengan wajah malasnya.
“Nah, sekarang di sisi kita ada Pakkun, dia cukup hebat dalam melacak seseorang di samping itu Nobita juga akan ikut bersama kita.” Kata Kakashi sambil tersenyum.
“Oiya Pakkun, coba kau cium dulu bau yang ada di baju Nobita.” Tambah Kakashi
“Iya itu ada bau Doraemon.” Kata ino
Ndus..... Ndus...... Pakkun mengendus baju Nobta.
“Iya , sudah.” Kata Pakkun.
“Oke kalau begitu mari kita mulai pencarian. Tim Kiba kalian pergilah ke arah selatan sejauh 5 Km. Kalau kalian tidak menemukan apa-apa kembalilah ke sini. Kami Tim Kakashi akan menyusuri hutan ke arah utara sejauh 5 km juga.” Kata Kakashi dengan mimik muka serius.
“Baik.” Kata semuanya secara bersamaan.
...................................................
....................................................
Bagaimana nasib Doraemon kali ini, akankah ia berhasil menyelamatkan diri dari Akatsuki dan berhasilkah Naruto dan kawan-kawan menemukannya...???
Next Chapter : Ada Tanda.. .Sangat Dekat.......
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by Ryukie on Mon Apr 26, 2010 9:30 am

Hehe . .
Lucu juga yah naruto dan nobita berpetualang mencari doraemon . .
Rep + buat sato sama . .

_________________


admin 2


avatar
Ryukie
Shodaime hokage
Shodaime hokage

Jumlah posting : 260
Join date : 21.02.10

Lihat profil user http://thellizlami.blogspot.com/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by Admin on Mon Apr 26, 2010 11:51 am

Keren! Rep. + buat Sato-chan. Lanjutin dong! Penasaran nih!

_________________


Admin 1

Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 163
Join date : 29.01.10

Lihat profil user http://vinnaruto.forumotion.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Mon Apr 26, 2010 5:03 pm

Chapter 7 : Ada Tanda............. Sangat Dekat.............
Srett....... . .
Tap.. . ..
“Kurasa ini adalah batas pencarian kita.” Kata Ino.
“Iya ini sudah 5Km, tapi kita tidak menemukan apa-apa, ayo kita kembali.” Kata Kiba
“Oya Kiba apa benar kau sama sekali tidak mencium keberadaan Doraemon di sekitar sini?” Tanya Lee
“Iya, di sekitar sini tidak ada bau Doraemon, ayo kita kembali ke titik awal.” Kata Kiba dengan mimik muka yang serius.
Sreett.................... Merekapun kembali ke titik awal...................

Sementara itu di sisi Kakashi
Tap.....
“Pakkun kenapa kau berhenti?” Tanya Sakura
“Sepertinya ini percuma, dari tadi aku tidak mencium adanya bau Doraemon di hutan ini, mungkin kita harus mencarinya di tempat lain.” Kata Pakkun.
“Hem... mungkin juga ya.” Kata Kakashi.
“Lalu bagaimana?” Tanya Sakura.
“Kalau begitu kita pulang saja, dan di Konoha kita atur strategi lagi.” Kata Naruto
“Eh... jangan, kumohon. Ayo kita cari lagi, Doraemon pasti ada di sekitar sini.” Rengek Nobita yang saat itu digendong oleh Kakashi.
“Tapi....” Kata Pakkun.
“Kumohon, hikz....” Kata Nobita dengan nada yang memelas dan mata yang berkaca-kaca.
“Baiklah.” Kata Pakkun dengan nada yang berat.
“Ke arah sana.” Kata Pakkun lagi sambil menunjuk ke arah samping Naruto.
“Kalau begitu ayo.” Kata Naruto.
Yang lainnya mengangguk tanda setuju
.................................................

Sementara itu di tempat Doraemon disekap.
“Bagaimana caranya aku keluar?” Pikir Doraemon sambil tetap menyandarkan tubuhya di salah satu sudut ruangan yang pengap dan berdebu itu.
“Ah aku tahu....” Kata Doraemon dengan pelan.....
Doraemon lalu melihat keluar sel. Ia melihat Kisame dan Deidara sedang menjaganya. Deidara dan Kisame sedang maen kartu remi (????),sambil sesekali mereka menoleh ke arah Doraemon.
“Aku harus mengalihkan perhatian mereka.” Pikir Doraemon.
“Hoi!!!!” Teriak doraemon.
“Heh... ada apa!?” Tanya deidara kepada Doraemon.
“Aku haus, aku minta air.” Kata Doraemon dengan nada lemas.
“Ambil saja sendiri sana!” Bentak Deidara.
“Kumohon.” Kata Doraemon dengan wajah memelas.
“Memang apa untungnya bagi kami.” Kata Kisame.
“Nanti CPU di tubuhku menjadi kering dan meledak, ledakannya dahsyat loh. Bahkan satu pulau pun bakal hancur tanpa sisa.” Kata Doraemon dengan nada serius.
Mendengar itu Deidara dan Kisame berkeringat dingin.
“Ya sudah aku ambilkan.” Kata Deidara dengan ketus.
Deidara pun pergi mengambilkan Doraemon segelas air. Sedangkan Kisame yang merasa bosan memejamkan matanya dan mulai tertidur.
“Ini kesempatan.” Pikir Doraemon dengan segera merogoh kantung ajaibnya untuk mengambil sesuatu.
“Jubah Penghilang”
Tuiinnng.................
Doraemon mengeluarkan Jubah Penghilang. Siapapun atau apapun yang memakai jubah itu tidak akan terlihat. Ia seperti hilang begitu saja bak ditelan bumi, padahal pemakainya masih tetap di tempat itu hanya saja tidak kelihatan.
Sreett....Doraemon memakai Jubah itu, kini ia menghilang dan tidak satupun orang yang bisa melihatnya.
“Ini airnya datang.” Kata Deidara sambil membawa segentong air.
Deidara kemudian kaget, gentong air yang dibawanyapun jatuh dan pecah ke lantai...............................
“WauHHHH!!!!!!” Teriak Kisame...
“Kau kenapa Kisame, mana mahluk itu?” Tanya Deidara dengan nada yang keras.
“WauHHHHH!!!!” Teriak Kisame kesakitan.
“Kau kenapa?”
“Gentong air yang kau jatuhkan menimpa kakiku!” Bentak Kisame.
“Ah sudahlah, minta maafnya nanti saja yah. Mana mahluk itu?”
“Apa?, dia masih di sel kok.” Jawab Kisame
“Mana!!??”
Kisame kemudian menengok sel tempat Doraemon disekap dan ternyata sel itu kosong melompong.
“Apa????”
“Bagaimana???”
Clekkk..... krennng......
Kisame membuka sel itu, dan dengan ditemani deidara langsung memeriksa setiap sudut ruangan itu. Doraemon dengan wujudnya yang tidak kelihatan itu langsung keluar dari sel itu sambil tertawa cekikikan. Doraemon dengan cepat keluar dari markas Akatsuki.
“Sial, bagaimana mungkin ini bisa terjadi?” Tanya Kisame.
“Bagaimana kita mempertanggung jawabkan ini pada ketua?” Serobot Deidara.
“Itachi!” Teriak Kisame.
“Jangan berteriak.” Kata Itachi yang saat itu entah dari kapan telah duduk di samping jendela yang terbuka.
“Ia meloloskan diri lagi.” Kata Kisame.
“Ya sudah, aku akan menangkapnya lagi.” Kata Itachi sambil pergi begitu saja.
..................................
“Tampaknya aku sudah jauh dari tempat itu” Kata Doraemon.
Cuittt......... Doraemon kini terlihat perlahan. Tampaknya baterai jubah tidak terlihat telah habis.
“Huuffh, untung aku sudah pergi jauh dari tempat itu.” Kata Doraemon sambil merebahkan tubuhnya di atas gundukan tanah.
“Oiya, bagaiamana Nobita ya?” Kata Doraemon dengan nada sedikit kaget, ia baru teringat akan temannya itu.
“Ah sekarang bukan saatnya memikirkan Nobita, yang penting bagaimana caranya aku bisa pergi dari hutan ini, aku benci hutan.” Tambah Doraemon lagi.
“Kau tidak akan bisa lari dariku.” Kata seseorang dengan nada datar dari arah belakang Doraemon.
“Suara ini.... jangan-jangan orang itu lagi.” Kata Doraemon sambil menoleh ke arah belakang dengan perlahan.
Ternyata benar, di belakang Doraemon ada Itachi.
“Kau lagi........” Kata Doraemon dengan nada yang membentak.
“Kali ini akan kubiarkan Kisame memotong kaki dan tanganmu supaya tidak bisa kabur lagi.” Kata Itachi dengan tatapan tajam.
Srettt.... Doraemon dengan cepat merogoh kantong ajaib dan mengeluarkan baling-baling bambunya.
Plukkk... ia memasang baling-baling bambu di kepalanya dan...Wusshhh...........
Doraemon terbang meninggalkan Itachi di bawah. Itachi kemudian melompat dan berdiri di atas dahan pohon, lalu...

“Katon : Goukakyou No Jutsu”
Brurrrr....Sreeeshhhh............

Gumpalan bola api besar mengejar Doraemon yang kala itu melarikan diri dengan cara terbang dengan baling-baling bambunya. Baterai baling-baling bambu meledak karena kepanasan...Tuiinnnggg....................... Doraemonpun terjatuh dari ketinggian dengan kemudian menghantam semak belukar yang tepat berada di bawahnya.
Brrukkkkkk...................
“Auuu... sakit.” Jerit Doraemon.
Dengan cepat Doraemon bangkit dan langsung merogoh kantong ajaibnya untuk mencari sesuatu. Lalu tiba-tiba,.. Plukkkk!!!... sesuatu menghantam kepala Doraemon.
“Ao, sakit. Apa ini?” Kata Doraemon dengan memegang kepalanya.
“Ini kan?” Kata Doraemon sambil menoleh ke arah benda itu.
“Kenapa kau ingin menggunakan benda itu lagi kan?” Kata Itachi yang entah dari kapan sudah berdiri di hadapan Doraemon.
Ternyata benda yang menghantam kepala Doraemon adalah senter ajaib yang dilempar Itachi dan mengenai kepala Doraemon....(Huh kasiannya.)
Secepat kilat lalu Doraemon mengeluarkan sebuah senter lainnya dari dalam kantong ajaibnya.
“Senter Sinar Matahari.”
Itachi langsung mengenyitkan dahinya dan mengaktifkan Mangekyou Saringhannya.
Tringggg...............................
Dengan sigap Doraemon menyalakan senter sinar matahari ke mata Itachi. Senter itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata bak sinar matahari.
“Huh....” Kata Itachi sambil menutup mata dengan jubah akatsuki dan menundukkan kepalanya.
“Ini kesempatan.” Pikir Doraemon.
Dengan secepat kilat Doraemon mengeluarkan “PINTU AJAIB”, mengambil senter ajaib yang tadi dilempar Itachi dan langsung memasuki pintu ajaib. Doraemon tidak perduli ke mana pintu ajaib akan membawanya, yang penting ia pergi dari tempat itu.
“Kau tidak akan pergi secepat itu. Akan aku tunjukkan matahari dari neraka” Kata Itachi
Sriinggggg..................
Itachi mengeluarkan AMATERASU....
Namun terlambat Doraemon telah menghilang ke balik pintu ajaibnya. Namun sebenarnya tidak 100% gagal, AMATERASU Itachi berhasil mengenai sedikit bagian belakang dari jubah yang digunakan Doraemon.
.................................. di sisi lainnya dari pintu ajaib doraemon....................
BrukkkH... Doraemon terjatuh, namun ia lega ia bisa melarikan diri dari Itachi. Walaupun sekarang ia tidak tahu sedang ada dimana. Doraemon menoleh ke belakang, jubah bagian belakangnya terkena api hitam amaterasu. Doraemon ketakutan, ia kemudian mengguling-gulingkan tubuhnya di tanah, namun api hitam itu tidak mau padam. Bahkan parahnya api itu kini menjalar dan hampir menyentuh leher Doraemon..........

Apa yang terjadi...?
Apa Doraemon akan Mati....????
Next Chapter : Nobita dan Doraemon bersatu...
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by Admin on Mon Apr 26, 2010 5:15 pm

Wajib dilanjutin! Penasaran nih... Sato-chan jangan lama-lama ya....

_________________


Admin 1

Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 163
Join date : 29.01.10

Lihat profil user http://vinnaruto.forumotion.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Tue Apr 27, 2010 3:21 pm

Chapter 8 : Nobita dan Doraemon Bersatu
“Ah... aduh... bagaimana ini?” Kata Doraemon dengan nada panik sambil terus mengguling-gulingkan tubuhnya.
Doraemon lalu melihat jubahnya yang sedikit demi sedikit habis dilalap api hitam Itachi, ia lalu sadar kalau hanya jubahnya saja yang terkena api itu. Doraemon lalu melepaskan jubah itu.
“Untunglah....” Kata Doraemon dengan nada lega
Sreessshh..............Tuingggg...........
Api hitam itu lalu menghilang bersama jubah yang terbakar, entah apa yang sedang terjadi, tiba-tiba saja api hitam dan jubahnya itu menghilang bak ditelan bumi.
“Apa yang terjadi?”Kata Doraemon keheranan.
Ia kemudian menerawang sekitar tempat itu.
“Hutan lagi, hutan lagi.” Kata Doraemon.
Ternyata pintu ajaib membawanya ke sebuah hutan.
“Kalau tidak begitu, apinya akan menjalar ke mana-mana. Bisa kupastikan dalam 1 malam saja hutan ini akan hangus terbakar oleh api hitam Amaterasu.” Kata seseorang dari belakang Doraemon.
“Siapa?” Tanya Doraemon sambil menoleh ke belakang.
Ternyata yang berkata itu adalah Kakashi yang sedang menggendong Nobita. Kakashi menggunakan Kamuinya untuk memindahkan api hitam amaterasu ke dimensi lain.
“Kau......” Kata Doraemon sambil menatap orang itu dalam-dalam dan sejurus kemudian ia menoleh ke arah pundak Kakashi yang saat itu sedang menggendong Nobita.
“Nobita...” Kata Doraemon
“Doraemon..” Kata Nobita sambil menangis haru.
‘Huaaaaaa..... Nobita...” Kata Doraemon sambil menangis dan berlari menghampiri Nobita.
Nobita yang tadi digendong Kakashi langsung melompak dari pundak Kakashi. Ia langsung berlari ke arah Doraemon......
Nobita dan Doraemon berpelukan. Naruto dan Cs yang melihat adegan itu pun menangis terharu, bahkan saking terharunya Naruto memeluk erat Pakkun,

“Uekkk...Naruto jangan keras-keras peluknya. Aku gak bisa nafas nih!” Bentak pakkun dengan suara khasnya.
“Ue, Sorry aku kira Sakura – Chan.” Kata Naruto dengan terkaget-kaget.
...............................................
Akhirnya Doraemon dan Nobita bertemu...
Tapi apakah mereka bisa kembali ke jamannya???.......
Next chapter : Aku Akan Perbaiki.... Tapi.......
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Tue Apr 27, 2010 3:45 pm

Chapter 9 : Aku Akan Perbaiki..... Tapi........
Di Konoha

“Jadi ini temanmu?”
“Lucu juga ya.”
“Dia ini apa?”
“Gerrrr......ger..........”
“Kau tidak lupa janjimu kan?” Tanya Kiba
“Iya, ini temanku Doraemon. Dia ini robot berbentuk kucing. Dia ini teman baikku.” Kata Nobita dengan polos.
“Hi, perkenalkan namaku Doraemon.” Kata Doraemon
“Jadi, sekarang kalian mau apa?” Tanya Kiba lagi.
Gerrrr.....Gukkkk.....................Akamaru menyalak dengan gerang pada Doraemon.
“Kenapa, apakah Doraemon ini jahat?” Tanya Ino pada Kiba
“Bukan, Akamaru tidak suka aja sama dia. Dia kan kucing.” Kata Kiba sambil tersenyum.
“Tapi benarkan aku tidak bohong, aku jujur. Aku memang datang dari jaman lain bersama Doraemon.”Kata Nobita polos.
“Iya, ya aku percaya kok.”Sahut Lee.
“Jadi bagaimana dengan janjimu yang akan membawa kami ke Jepang?” Tanya Kiba dengan antusias.
“Heh???...”Tanya Doraemon
“Iya, Doraemon sebagai imbalan mereka mencarimu aku menjanjikan mereka untuk ikut ke Jepang bersama kita. Ayo kita jangan buang-buang waktu kita ke Jepang sekarang yah, aku sudah rindu sama ibu.” Kata Nobita dengan riangnya.
“Iya, aku sih maunya begitu. Tapi.....” Jawab Doraemon.
“Tapi kenapa Doraemon?” Tanya Nobita.
“Satu-satunya jalan kita bisa kembali adalah mesin waktu. Tapi mesin waktu kan sudah rusak. Jadi kita tidak bisa kembali lagi.” Kata Doraemon dengan nada lemas.
“Tapi kan bisa kau perbaiki.” Kata Nobita.
“Iya, aku harus menyatukan mesin waktu yang terbelah 2.” Kata Doraemon
“Kalau begitu ayo kita perbaiki.”
“Tidak semudah itu.”
“Kenapa?”
“Hem....... “ Doraemon terdiam ia seperti memikirkan sesuatu.
“Aku mengerti, salah satu bagian mesin waktu yang terbelah ada di hutan dekat markas Akatsuki kan?” Tanya Kakashi yang memecah keheningan sesaat itu.
Semua orang saling berpandangan satu sama lainnya.
“Iya itu benar.” Kata Doraemon.
“Kalau begitu kita sudah tidak punya harapan lagi.” Kata Kiba
“Jangan pesimis gitu donk, aku siap membantumu Nobita.” Kata Naruto sambil mengepalkan tangannya.
“Kalau begitu aku juga siap!” Teriak Lee.
“Ya aku juga akan membantu mereka.” Kata Ino
Sakura mengangguk.
Semua orang menatap Kiba, Kiba juga akhirnya mengangguk.
“Hem.... aku pikir kita perlu bantuan seorang lagi.” Kata Kakashi.
“Siapa itu Shensei?” Tanya Sakura.
“Seorang jenius tetapi juga seseorang yang malas.” Kata Kakashi.
“Hihi, Shikamaru ya?” Kata Ino sambil tertawa kecil.
“Yup... kita butuh dia untuk menyusun strategi. Bagaimanapun juga lawan kita adalah Akatsuki.” Tambah Kakashi lagi.
“Kalau begitu aku yang akan memanggil Shikamaru.” Kata Naruto.
“Baik, 1 jam lagi kita semua berkumpul di sini ya, di taman Konoha ini.” Kata Kakashi.
“Baik!”
.................................................

1 Jam Kemudian Di taman Konoha
“ Jadi semuanya sudah berkumpul.” Kata Kakashi
“Yuppp,....”
“Tolong, aku mohon pada kalian bantu kami ya.” Kata Nobita sambil sesekali melirik pada Doraemon yang juga memasang muka memelas.
“Tunggu aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi?” Kata Shikamaru dengan tatapan mata malas.
“Begini ceritanya.”
Doraemon pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa ia dan Nobita bisa sampai di tempat itu, tentang Akatsuki dan tentang semuanya.
Setelah mendengar penjelasan Doraemon yang lebar sempit panjang pendek itu Shikamaru kemudian mengangguk.
“Oh, aku mengerti.” Kata Shikamaru.
“Jadi, pertimbangan apa yang bisa kau berikan Shikamaru?” Tanya Ino.
Shikamaru menoleh ke arah Kakashi.
“Hem...... ya kita harus ke hutan dekat markas Akatsuki untuk mengambilnya.” Kata Shikamaru.
“Tapi tidak semudah itu, seriuslah Shikamaru.” Kata Ino.
“Hehehe,..... begini kita ke sana dengan jalan pintu ajaib Doraemon. Setelah sampai di hutan itu kita mencari tempat itu dengan hati-hati supaya tidak ketahuan. Setelah dapat kita langsung pergi dari tempat itu dengan pintu ajaib, mudah kan?” Kata Shikamaru.
“Tapi bagaimana bila kita ketahuan.” Tanya Naruto
“Iya, bagaimana bila rencana itu gagal.” Kata Nobita
“Tenang, aku punya rencana B.” Kata Shikamaru dengan nada datar.

Mereka akan pergi ke Hutan dekat markas Akatsuki....
Apa yang akan terjadi.. .
Apa mereka akan berhasil???
Next Chapter : Plan B
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by Ryukie on Tue Apr 27, 2010 8:15 pm

Ceritanya bertambah seru dan membuat penasaran, tidak sabar lagi menjelang keluar nya chapter terbaru.

_________________


admin 2


avatar
Ryukie
Shodaime hokage
Shodaime hokage

Jumlah posting : 260
Join date : 21.02.10

Lihat profil user http://thellizlami.blogspot.com/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by uchiha sato on Wed Apr 28, 2010 8:24 am

Chapter 10 : Plan B
“Hem...... sebelum ke hutan itu ada baiknya bila kita mencari belahan mesin waktu di hutan Konoha.” Kata Kakashi
“Iya kita harus mencari belahan mesin waktu itu.” Kata Naruto.”
“Baik, Nobita kau tahu kan tempatnya?” Tanya Doraemon.
“A....Aku tidak tahu jelas.” Kata Nobita.
“Maksudmu?” Tanya Doraemon lagi.
“I....iya, waktu itu aku memang terjatuh di tengah hutan. Tapi aku tidak tahu tempat sebenarnya aku terjatuh, pokoknya di suatu tempat di hutan Konoha.” Kata Nobita.
“Wah, susah tuh. Hutan Konoha kan Luas.” Sahut Kiba.
“Trus bagaimana nih?” Tanya Ino.
“Aku ingat.... waktu itu aku dibawa oleh 5 orang yang mengenakan topeng.” Kata Nobita.
“Pasukan ANBU.” Kata Kakashi dengan tatapan tajam.
“Waktu itu mereka yang menemukan aku di hutan dan membawaku ke ruangan Hokage. Orang-orang itu pasti tahu di mana tempatnya.” Kata Nobita dengan polosnya.
“Guru Kakashi, aku ingat kalau Kapten Yamato saat itu bertugas untuk berpatroli di hutan Konoha, mungkin ia tahu sesuatu.” Kata Naruto dengan semangatnya.
“Oh, Yamato ya. Baiklah aku akan memanggilnya untuk ke sini. Kalian tunggu di sini ya, sebentar saja.” Kata Kakashi-Shensei.
Secepat kilat Kakashi lalu pergi dari tempat itu untuk mencari Yamato. Nobita, Doraemon bersama dengan Naruto Cs menunggu di tempat itu.
10 Menit Kemudian
Sreessshhhh........................kabut asap muncul dengan tiba-tiba di tengah-tengah mereka. Mereka yang muncul adalah Yamato dan Kakashi seiring dengan memudarnya kabut asap yang tadi sangat tebal.
“Yuppp, maaf membuat kalian menunggu.” Sapa Kakashi
“Shensei...!” Teriak Naruto
“Yamato kau ingat anak ini kan?” Tanya Kakashi kepada Yamato yang seketika itu menatap Nobita.
“Ya aku ingat, kau anak dari Jepang itu kan.” Kata Yamato sambil menganggukkan kepalanya.
“Iya, ini temanku Doraemon.” Kata Nobita sambil memperkenalkan Doraemon yang berdiri di sebelahnya.
“Hi, aku Doraemon.” Kata Doraemon
“Aku Yamato.”
“Hem.. maaf tuan Yamato kau ingatkan di mana kau menemukanku?” Tanya Nobita.
“Iya, aku menemukanmu di hutan Konoha.” Jawab Yamato.
“Bisa kau tunjukkan tempatnya pada kami.” Sanggah Kakashi.
“Iya, bisa. Tempatnya ada di pinggiran hutan, dekat perbatasan.” Kata Yamato lagi.
“Oke, kalau begitu ayo kita pergi ke tempat itu.” Kata Nobita.
“Hem, iya ayo kita pergi sekarang.” Kata Doraemon juga.
“Iya ayo kita berangkat sekarang!” teriak Naruto dan Lee bersamaan.
“Eit, tunggu dulu. Yang pergi hanya aku, Doraemon, Nobita dan Yamato. Sisanya tunggu di sini ya.” Kata Kakashi.
“Tapi aku ingin ikut.” Kata Naruto
“Kita tidak akan efektif bila pergi bergerombol, terlebih lagi bila kita mencari sesuatu, kita kan bukan bertempur.” Potong Shikamaru dengan menatap Naruto.
“Baiklah.” Kata Naruto.
“Kalau begitu ayo kita berangkat.” Kata Kakashi.
“Oke, aku siap.”
“Oya, sebelum aku lupa. Yamato kau gendong Doraemon ya, aku akan menggendong Nobita.” Kata Kakashi.
“Hem, begitu ya. Baiklah.” Kata Yamato.
Kakashi, Yamato punpergi dengan masing-masing Nobita dan Doraemon yang digendong di pundak mereka. Mereka pergi dengan Yamato yang memimpin ekspedisi tersebut.
......................................................................

Sementara itu di markas akatsuki.
“Kau gagal itachi?” Kata Seseorang dari balik bayangan.
Itachi diam, dia tidak menjawab pertanyaan orang itu. Namun dengan cepat partnernya Hosikagi Kisame membela Itachi.
“Hehe, mahluk itu hebat. Ia bahkan bisa menghilang padahal aku dan Deidara tengah menjaganya.” Kata Kisame yang membela Itachi.
“Jadi?” Tanya seseorang itu lagi.
“Jadi ini kesalahan Deidara.” Jawab Kisame lagi.
Mendengar kata-kata itu Deidara menjadi sewot, wajahnya ditekuk dalam-dalam.
“Ini bukan salahku, Kisame yang tidur!” Kata Deidara dengan nada yang membentak.
“Diam Deidara, tidak penting siapa yang salah. Yang penting sekarang mahluk itu telah pergi.” Kata seseorang itu lagi.
Orang itu kemudian berjalan menjauhi bayangan sehingga sedikit demi sedikit wajah orang itu terlihat.
Sreettt............. orang itu kemudian berdiri tegap di hadapan anggota Akatsuki lainnya. Anggota akatsuki lainnya menundukkan kepala mereka.
Dan berkata....
“Ketua...........................”
................ Pain, sang ketua akatsuki, tampaknya ia berpikir untuk menyelesaikan masalah ini dengan campur tangannya. Ia berpikir seperti apa mahluk yang bernama Doraemon itu. Tetapi bukan itu saja.................... ia tambah penasaran mendapati bahwa Itachipun bisa dikelabui oleh Doraemon itu.
“Itachi.” Kata Pain
“Iya.” Kata Itachi sambil menaikkan wajahnya dan kini ia bertatapan dengan Pain. Saat itu hanya Itachi yang menatap Pain.
Pain menatap Itachi dengan mata Rinnegannya, tatapan yang tajam. Tatapan yang penuh arti...........................
..................................................

Di Hutan dekat Konoha
“Di sini tempatnya Yamato?” Tanya Kakashi
“Iya.” Jawab Yamato.
“Kalau begitu salah satu belahan mesin waktu pasti ada di sekitar sini, ayo kita mulai mencari.” Kata Kakashi.
“Baik.”
Stelah beberapa meit mencari akhirnya mereka menemukan apa yang mereka cari.
“Doraemon sudah ketemu.” Kata Nobita dengan riang.
“Iya, ini dia. Tapi kita harus menyatukannya dengan belahan satunya lagi, baru dengan begitu aku bisa memperbaikinya.” Kata Doraemon.
“Baik, kalau begitu mari kita bawa belahan mesin waktu ini ke Konoha.” Kata Kakashi.
“Tapi bagaimana kita akan membawanya?, ukurannya kan lumayan besar.”Tanya Yamato.
“Tenang saja, Doraemon kan bisa memasukkannya lagi ke kantong ajaibnya.” Kata Nobita dengan melirik ke arah Doraemon.
“Tidak bisa Nobita, Kantong ajaib tidak menerima benda yang sudah rusak. Lagipula aku berencana untuk mengecilkannya dengan senter ajaib dan menaruhnya di kantong bajumu.” Kata Doraemon.
“Eh iya, benar juga.” Kata Nobita.
“Senter ajaib? Kantong ajaib?.... apa itu?” Tanya Yamato dengan wajah keheranan.
“Aku juga tidak mengerti, tapi kita lihat saja.” Jawab Kakashi.
Sreekkk....Sreekkk......
“Senter Ajaib.”
Doraemon mengeluarkan senter ajaib dari kantongnya. Kemudian doraemon menyenterkan belahan mesin waktu itu sehingga ukurannya menjadi mengecil. Belahan mesin waktu yang telah menjadi kecil itu kemudian dimasukkan ke kantong baju Nobita.
“Plukkkk....”
“Kalau begitu ayo kita kembali!” Kata Nobita dengan riangnya.
...............................................................

Di hutan dekat markas akatsuki.
Tap....tap......
Sreettt.....
“Jadi ini dia, mahluk itu pasti datang bersama benda ini.” Kata Pain
“Iya, benar. Sebaiknya benda ini kita bawa saja ke markas.” Kata Kisame.
“Jangan sebaiknya tetap di sini saja.” Kata Itachi.
“Apa maksudmu?” Tanya Kisame.
“Doraemon itu pasti akan datang ke tempat ini untuk mencari benda ini.” Kata itachi lagi.
“Jadi kita gunakan benda ini sebagai umpan.” Kata Pain.
“Oh, aku mengerti. Lalu apa rencananya?” Tanya Kisame.
“Tidak ada rencana, siapapun yang mendekati benda ini. Hancurkan.” Kata pain.
“Baik.”
Pain, Itachi dan Kisame mendatangi belahan mesin waktu yang terjatuh bersama Doraemon di hutan dekat markas Akatsuki. Mereka berencana menjadikan mesin waktu sebagai umpan......

Apa yang akan terjadi..............
Akankah terjadi konfrontasi besar antara Konoha VS Akatsuki.....
Next Chapter : Plan B II
avatar
uchiha sato
Chunnin

Jumlah posting : 51
Join date : 08.04.10
Lokasi : No maden ( ninja perantau )

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by Admin on Fri Apr 30, 2010 4:27 pm

Update cepat dong . . . .

_________________


Admin 1

Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 163
Join date : 29.01.10

Lihat profil user http://vinnaruto.forumotion.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: Fan Fiction

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik